FENOMENA KEWIRAUSAAN MEDIA SOSIAL BY LA UCI WANCI



Nama         : La Ode Yusril Mahendra
Nim            : C1D318018
Jurusan     : Jurnalistik Genap 2018
Dilihat dari pengguna media sosial yang semakin hari semakin bertambah membuat kewirausaan digital dimasa sekarang dan masa yang akan datang bisa menjadi salah satu sektor yang akan banyak memberikan kontribusi positif pada penguatan perekonomian Indonesia. Hal itu dapat dilacak dari menguatnya peran teknologi informasi dalam dunia bisnis. Apalagi hadirnya media sosial dalam konteks ekonomi digital semakin mengambil peran hingga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Menurut laporan teranyar Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Mayoritas pengguna internet sebanyak 72,41 persen masih dari kalangan masyarakat urban, pemanfaatannya sudah lebih jauh, bukan hanya untuk berkomunikasi tetapi juga membeli barang, memesan transportasi, hingga berbisnis dan berkarya. Itulah yang menjadi indikator dari kemunculan fenomena kewirausahaan digital.

Dengan demikian kewirausahaan digital adalah upaya pemanfaatan teknologi informasi dan bisnis yang semakin banyak digeluti oleh masyarakat. Jadi tidak heran bila kemudian, saban hari banyak start-up yang berbasis digital hingga online shop kian menjamur dan memberikan beragam pilihan inovatif kepada masyarakat. Bahkan beberapa perusahaan rintisan Indonesia berbasis digital telah banyak mewarnai dinamika baru kehidupan masyarakat di era ekonomi digital. Sebut saja; Tokopedia, Bukalapak, Gojek dan masih banyak lainnya.

Dilihat dari pandangan islam, jual beli online tidak memenuhi syarat ijab qabul yang memiliki beberapa kriteria, salahsatunya ijab qabul harus berhubungan langsung dalam suatu majelis (tempat). Tetapi hal ini diperbolehkan melelui perantara website market place, chatting, atau sms atau apabila terdapat akad ijab qabul diantara keduanya. Sah hukumnya sekalipun ia tidak dalam suatu majelis (tempat) selagi tidak terdapat kezaliman, monopoli, serta unsur unsur riba, dan juga penipuan.

 Namun yang menjadi masalah adalah terkadang transaksi online mengurangi value seni tawar menawar, sebab barang yang diperdagangkan hanya dilihat melaui layar handphone dan computer tidak bisa dipegang fisiknya secara langsung oleh calon pembeli.

            Dari fenomena diatas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pentingnya peran generasi milenial yang lahir pada era teknologi dengan memanfaatkan segala potesnsi yang ada untuk memberikan konstribusi positif pada penguatan perekonomian indonesia, disamping itu bisa menjadi ladang penghasilan tetap untuk kita sendiri serta bisa membuka lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi angka pengangguran yang ada di negri kitaa.

            Sebuah prodak dalam hal ini kewirausahaan digital memiliki nilai plus dan kekurangan dalam proses perjalanannya tapi yang menjadi poin utama adalah jaman berkembang teknologi informasi dan ilmu pengetahuan akan semakin berkembang hari demi hari tidak ada satupun yang dapat menghentikannya terasuk kita, yang hanya bisa kital akukan adalah beradaptasi.







           






Comments

Post a Comment